ukkpharmaui

Gedung Pascasarjana Fakultas Farmasi UI

021-78849003 Ext 303

Webinar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia “Applications Of Metabolomics in Preclinical and Clinical Studies: Our Experiences”

Seminar Online ini mengusung Tema “Applications Of Metabolomics in Preclinical and Clinical Studies: Our Experiences”. Acara ini di hadiri oleh sivitas akademika dan profesi Apoteker.
Acara ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Maret 2022 pukul 13.00-15.00 WIB melalui aplikasi Zoom Webinar. Seminar berlangsung selama 3 jam termasuk presentasi oleh masing-masing narasumber dan tanya jawab dengan peserta. Narasumber yang dihadirkan adalah Professor dari Fakultas Farmasi Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia Deputy Director of Integrative Pharmacogenomics Institute (iPromise) yaitu : Prof. The Lay Kek.

Webinar ini membahas tentang penjelasan mengenai sejarah metabolomik telah ada sejak lama dan konsep metabolik yang digunakan untuk membantu diagnosis penyakit. Teknik pemisahan dengan kromatografi yang lebih maju baru dikembangkan pada akhir tahun 1960. Sejak saat itu, pendekatan kuantitatif lebih dikembangkan untuk menganalisis metabolit. Lebih lanjut pada tahun 1978, penelitian mengenai profil metabolisme kuantitatif berdasarkan kromatografi pertama kali dipublikasikan.

Metabolomik telah digunakan pada berbagai penelitian mengenai kesehatan, tumbuhan, makanan, dan bioteknologi karena mudah digunakan untuk skrining penyakit, memahami fungsi gen, dan mengidentifikasi target terapeutik. Pada dasarnya, metabolomik merupakan jenis analisis metabolit yang dapat mengukur ratusan bahkan ribuan metabolit selular secara bersamaan. Metabolomik terdiri dari dua jenis, yaitu non-targeted metabolomics (global) dan targeted metabolomics. “Karena non-targeted metabolomics dan targeted metabolomics memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, orang-orang jadi ingin menggabungkan kedua jenis metabolomik untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua metode tersebut dan memastikan bahwa perhitungan metabolit sudah benar, sehigga dibuatlah metode pseudotargeted” jelas Prof Teh Lay Kek.

Metabolomik diperoleh dari sampel biologis yang dapat berupa manusia dan hewan (cairan dan jaringan), ragi, dan bakteri (kultur sel dan media biakan). Sampel kemudian melalui proses standardisasi, sampling, transportasi, dan preparasi. Proses dilanjutkan dengan memisahkan dan mendeteksi sampel. Terakhir, dilakukan perhitungan, analisis profil, serta analisis statistik dan data pada sampel biologis yang diperoleh hingga dihasilkan suatu penemuan ilmiah.

Sesi pemaparan materi diakhiri dengan penjelasan mengenai Integrative Pharmacogenomics Institute (iPROMISE). “Kami melakukan banyak pekerjaan berdasarkan precision health life” ujar Prof Teh Lay Kek. Presisi kesehatan yang dimaksud adalah integrasi genom dan intervensi metabolik lainnya. Di iPROMISE, metabolomik dapat digunakan untuk analisis praklinis maupun klinis. Riset yang dilakukan di sana antara lain analisis metabolomik, perakitan genom dan anotasi, docking, dan analisis mutasi.

Chat Kami
UKKPharmaUI
Apa yang ada bisa kami bantu ?